Lensa Kontak dan Bahayanya

Lensa Kontak dan Bahayanya

Posted By: dr. Degiana Syabdini Edwiza, Sp.M 14 January 2023
articles image

Lensa kontak (contact lens) merupakan salah satu alat untuk mengoreksi kelainan refraksi (kelainan mata yang dikoreksi dengan kacamata). Lensa kontak terdiri dari beberapa jenis, tergantung material dan fleksibilitasnya; hard, rigid gas-permeable, soft, atau hybrid. Soft contact lens atau lensa kontak lunak merupakan yang paling banyak digunakan karena kenyamanan dan kemudahan dalam pemakaian serta harga yang lebih terjangkau dibanding jenis lensa kontak lain.

Penggunaan lensa kontak idealnya dilakukan fitting lensa kontak terlebih dahulu dan untuk mengetahui kondisi mata apakah terdapat kontraindikasi penggunaan lensa kontak atau tidak. Fitting lensa kontak meliputi pemeriksaan tajam penglihatan dan koreksi kacamata, pemeriksaan kualitas air mata untuk menentukan adanya sindrom mata kering, pemeriksaan kornea (selaput bening) mata untuk menentukan base curve dan diameter lensa kontak, serta pemeriksaan lain yang dirasa perlu oleh Dokter Mata anda. Pemeriksaan ini menentukan ukuran lensa kontak yang fit/pas saat digunakan, sehingga pengguna lensa kontak nyaman saat menggunakan lensa kontak dan meminimalisir terjadinya komplikasi.

Komplikasi terbanyak yang terjadi pada pengguna lensa kontak yaitu mata iritasi dan tidak nyaman, mata merah, mata kering, abrasi (lecet) pada kornea, hingga terjadi infeksi pada kornea (selaput bening) yang dapat berakhir pada kebutaan. Hal-hal ini dapat disebabkan karena lensa kontak yang tidak sesuai ukuran, adanya kondisi mata kering pada mata yang tidak ditangani dengan tepat, atau karena hygiene yang buruk dari pengguna lensa kontak. Penggunaan lensa kontak lunak maksimal adalah berkisar antara 6-8 jam. Penggunaan yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan komplikasi pada mata.

Komplikasi dan bahaya dari penggunaan lensa kontak dapat dihindari dengan cara sebagai berikut; melakukan pengukuran lensa kontak yang sesuai ke Dokter Mata atau Refraksi Optisi, menjaga hygiene dengan mencuci tangan dan membilas lensa kontak saat sebelum dan sesudah digunakan, mengganti cairan rendaman lensa kontak secara rutin meskipun tidak sedang digunakan, tidak menggunakan lensa kontak saat tidur, mandi, atau berenang, selalu sedia kacamata sebagai back-up saat terjadi iritasi mata karena lensa kontak. Jika sudah terjadi gejala awal iritasi mata akibat lensa kontak yang ditandai dengan mata perih, merah, atau buram, segera lepaskan lensa kontak dan segera periksakan mata anda ke Dokter Mata.





Send Message for CIMSA