Cegah Diabetes Melitus Di Usia Muda Untuk Hidup Yang Lebih Sehat

Cegah Diabetes Melitus Di Usia Muda Untuk Hidup Yang Lebih Sehat

Posted By: dr. Afdol Rahmadi, Sp.PD 17 September 2022
articles image

Diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan sekelompok penyakit metabolik menahun yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah jenis diabetes yang paling banyak ditemukan. Diabetes dan komplikasinya juga menyebabkan beban pembiayaan kesehatan yang semakin meningkat. Di seluruh dunia, pada tahun 2017 diperkirakan sekitar 451 juta orang menderita DM dan pada tahun 2045 jumlah tersebut akan meningkat menjadi sekitar 693 juta orang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 mendapatkan 8,5% dari populasi di Indonesia menderita DM. Kriteria DM pada RISKESDAS 2018 mengacu pada konsensus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Menurut kriteria tersebut, seseorang dinyatakan menderita DM bila pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar gula darah puasa mg/dl, atau gula darah 2 jam setelah pembebanan  200 mg/dl, atau gula darah sewaktu  200 mg/dl dengan gejala sering lapar, sering haus, sering buang air kecil, serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.

Diabetes melitus tipe 2 terjadi akibat organ pankreas tidak mampu memproduksi cukup hormon insulin (hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah) atau tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin yang diproduksi secara efektif. Seiring berjalannya waktu, kadar gula darah yang tinggi pada penderita DMT2 dapat mengganggu fungsi organ tubuh atau dengan kata lain menyebabkan komplikasi pada berbagai organ. Komplikasi terutama dapat terjadi pada organ jantung, pembuluh darah, mata, ginjal dan saraf. Berdasarkan data, orang yang menderita DMT2 memiliki risiko 2-3 kali lipat lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke. Kerusakan saraf (neuropati) disertai adanya penurunan aliran darah tungkai pada penderita DMT2 dapat menyebabkan tukak, infeksi dan pada akhirnya diperlukan tindakan amputasi pada pasien DMT2. Kebutaan akibat dari rusaknya saraf mata (retinopati diabetik) juga dapat terjadi pada penderita DMT2. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah penyakit ginjal kronis sebagai dampak dari DMT2.

Berbagai macam komplikasi pada DMT2 dapat dicegah dengan melaksanakan upaya pencegahan sedini mungkin. Upaya pencegahan terhadap DMT2 menjadi sangat penting dilakukan agar individu yang sehat tetap sehat, orang – orang yang sudah memiliki faktor risiko dapat mengendalikan faktor risiko agar tidak jatuh kepada DMT2, dan orang yang sudah menderita DMT2 dapat mengendalikan penyakitnya agar tidak terjadi komplikasi atau kematian dini.

Deteksi dini sangat berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian DMT2 terutama pada usia muda. Telah banyak penelitian yang membuktikan, semakin cepat upaya pencegahan DMT2 dilaksanakan, maka hasil yang didapatkan akan semakin baik. Orang – orang pada usia muda harus dapat mengenali risiko kesehatan masing – masing terutama risiko diabetes pada dirinya. Bagi orang yang berisiko tinggi mengalami DMT2, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter ahli diabetes.

Asosiasi Diabetes Amerika atau American Diabetes Association (ADA) pada tahun 2022 telah memberikan rekomendasi pemeriksaan awal kadar gula darah terhadap kelompok orang – orang yang berisiko menderita DMT2. Pemeriksaan dianjurkan kepada individu dewasa yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas (gemuk) yang juga memiliki satu atau lebih kondisi berikut ini: riwayat memiliki orangtua kandung dan/atau saudara kandung menderita diabetes, menderita penyakit jantung koroner, menderita tekanan darah tinggi, riwayat kadar kolesterol darah yang tinggi, wanita dengan penyakit polikistik ovarium, memiliki gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga. Kondisi lain seperti usia yang lebih dari 35 tahun, orang yang telah diketahui menderita prediabetes (kondisi dimana kadar gula darah berada di atas normal tetapi belum masuk ke dalam kategori DM), dan wanita yang pernah didiagnosis oleh dokter menderita diabetes pada kehamilan. Orang – orang yang memiliki risiko tersebut dengan hasil pemeriksaan gula darah yang normal, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 3 tahun, kecuali pada kelompok prediabetes pemeriksaan dianjurkan tiap 1 tahun.

Upaya pencegahan terhadap DMT2 penting untuk segera dilaksanakan pada orang-orang yang berisiko. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara mengubah gaya hidup yaitu mengatur pola makan, berolahraga dan melakukan aktivitas fisik yang teratur, menjaga berat badan ideal atau menurunkan berat badan yang berlebih, mengelola stres dengan baik, berhenti merokok dan bila perlu dapat ditambahkan pemberian obat-obatan.

Upaya pengaturan pola makan yang dapat dilakukan adalah dengan cara membatasi asupan makanan yang mengandung kadar gula, garam dan lemak yang tinggi. Sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing – masing individu. Pengaturan pola makan ini diharapkan dapat menjaga berat badan ideal pada orang yang berisiko diabetes.

Upaya latihan fisik atau olahraga dapat dilakukan secara teratur 3 – 5 hari seminggu selama sekitar 30 – 45 menit, dengan total 150 menit per minggu, dan jeda antar latihan tidak lebih dari 2 hari berturut – turut. Kegiatan sehari – hari atau aktivitas sehari – hari bukan termasuk dalam latihan fisik. Latihan fisik selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki kerja hormon insulin sehingga dapat mengendalikan kadar gula darah.

Upaya pengelolaan stres yang baik sejak usia muda, diharapkan dapat menghindari tubuh untuk menghasilkan hormon stres yang dapat berdampak terhadap keterkendalian gula darah. Pengelolaan stres tersebut dapat dilakukan dengan cara istirahat yang cukup, melaksanakan hobi atau hal – hal yang disenangi secara teratur, serta menjaga hubungan baik dengan anggota keluarga dan teman.

Pada akhirnya, setiap individu diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaaan terhadap DMT2 dengan cara mengenali risiko dan melakukan upaya – upaya pencegahan sejak usia muda. Pencegahan diabetes melitus sejak usia muda diharapkan dapat menjadikan hidup yang lebih sehat di masa mendatang.




Send Message for CIMSA